“Batik untuk Semua”: Mewarna Batik 13 Meter Bersama Kawan-Kawan Difabel Dalam Rangka Merayakan Hari Batik & HUT ke-13 AirNav Indonesia
Pekalongan, 10 Oktober 2025 – Dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional, Museum Batik Pekalongan menggelar acara bertajuk “Batik untuk Semua” pada 9–10 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi ruang inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus (difabel) untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui kegiatan mewarnai kain batik sepanjang 13 meter.
Acara yang berlangsung di halaman Museum Batik Pekalongan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah inklusi dan komunitas peduli disabilitas. Dengan penuh semangat, para peserta bersama-sama memberi warna pada kain batik raksasa bermotif harmoni nusantara — simbol keberagaman, persatuan, dan keindahan budaya Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa batik adalah milik semua kalangan. Kreativitas tidak mengenal batas, dan setiap anak memiliki potensi artistik yang luar biasa,”
ujar perwakilan Museum Batik Pekalongan dalam sambutannya.
Turut hadir Program Studi Desain Mode Batik, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sebagai tamu undangan dan pengkarya. Mahasiswa dan dosen dari prodi tersebut menampilkan karya-karya inovatif yang menggabungkan teknik tradisional dan modern, sekaligus ikut mendampingi kegiatan membatik bersama anak-anak.
“Partisipasi kami di acara ini adalah bentuk dukungan terhadap inklusivitas dan pelestarian batik sebagai warisan budaya. Kami bangga bisa berbagi ilmu, sekaligus belajar dari semangat anak-anak yang luar biasa,”
ungkap perwakilan Prodi Desain Mode Batik ISI Surakarta.
Selain kegiatan membatik bersama, acara ini juga menampilkan pameran karya batik kontemporer, workshop singkat, dan stand edukatif dari berbagai komunitas batik. Suasana meriah dan penuh warna ini menunjukkan bahwa batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media ekspresi universal yang dapat menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
