TIM PRODI DESAIN MODE BATIK ISI SURAKARTA BERKOLABORASI DENGAN PEMKOT MADIUN CIPTAKAN 7 MOTIF BATIK KHAS KOTA MADIUN

Surakarta, 17 Juli 2025 – Tim Program Studi Desain Mode Batik Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berhasil menciptakan tujuh motif batik khas Kota Madiun melalui riset mendalam yang dilakukan dalam kolaborasi dengan Pemerintah Kota Madiun. Hasil riset ini diharapkan dapat memperkaya khasanah budaya lokal sekaligus meningkatkan identitas visual Kota Madiun.

Riset yang dipimpin oleh tim ahli dari Prodi Desain Mode Batik ISI Surakarta ini dilakukan melalui pendekatan komprehensif dengan menggali berbagai sumber sejarah Kota Madiun, menganalisis ikon-ikon kota, mempelajari adat kebiasaan masyarakat setempat, serta mengeksplorasi maskot maupun peninggalan budaya yang menjadi ciri khas Kota Madiun.

“Kami melakukan riset yang sangat mendalam untuk memastikan bahwa setiap motif yang dihasilkan benar-benar mencerminkan identitas dan kearifan lokal Kota Madiun,” ujar Dr. Aan Sudarwanto,S.Sn., M.Sn, Ketua Program Studi Desain Mode Batik ISI Surakarta.

Proses riset ini melibatkan berbagai tahapan sistematis, mulai dari studi literatur terhadap sumber-sumber sejarah Kota Madiun, wawancara dengan tokoh masyarakat dan budayawan lokal, dokumentasi visual terhadap berbagai ikon kota, hingga analisis mendalam terhadap tradisi dan kebiasaan masyarakat Madiun yang telah mengakar secara turun-temurun.

Ketujuh motif batik yang dihasilkan dari riset ini masing-masing memiliki makna filosofis yang mendalam dan terkait erat dengan karakteristik unik Kota Madiun. Setiap motif dirancang dengan mempertimbangkan aspek estetika, historis, dan nilai-nilai kultural yang hidup dalam masyarakat Madiun.

Dr. Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd., Wali Kota Madiun, menyambut baik hasil kolaborasi ini. “Kehadiran batik khas Madiun akan menjadi aset budaya yang sangat berharga bagi kota Madiun. Diharapkan motif-motif ini dapat menjadi simbol identitas yang memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap Kota Madiun,”

Kolaborasi antara ISI Surakarta dan Pemerintah Kota Madiun ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Indonesia, khususnya seni batik sebagai warisan dunia yang telah diakui UNESCO.

Kedepannya, ketujuh motif batik khas Kota Madiun ini direncanakan akan diproduksi secara komersial untuk mendukung industri kreatif lokal sekaligus mempromosikan potensi wisata budaya Kota Madiun. Selain itu, motif-motif ini juga akan digunakan sebagai merchandise resmi Pemerintah Kota Madiun dalam berbagai acara dan kegiatan official.

Tim riset berharap hasil karya ini dapat menginspirasi daerah-daerah lain untuk mengembangkan motif batik yang mencerminkan identitas lokal masing-masing, sehingga kekayaan budaya Indonesia dapat terus berkembang dan lestari.